Resensi Koran Tempo, Minggu, 12 Januari 2014

"Odong-odong Deddy Arsya"

Banyak sastrawan yang menggali sejarah kampung halamannya, tapi Deddy Arsya, sejarawan dan sastrawan Padang, mengolahnya sedemikian rupa sehingga sejarah sebagai kenangan itu tumpang-tindih dengan berbagai kenangan lain dalam sajak-sajaknya. Dia menafsirkan sejarah dan menyerapnya ke dalam pengalamannya sendiri sehingga di situ kita menemukan serpihan kenangan yang berlapis-lapis tumpang-tindih dan bergulat untuk menemukan makna baru....

Comments